0 0
Advertisement Section

KEBANGKITAN EKONOMI UNTUK INDONESIA BANGKIT

Read Time:9 Minute, 7 Second

 

Fakfak, Dalam Rangka Kunjungan Desa Wisata di Kampung Ugar, Metri Pariwisata dan ADWI.

ANUGERAH DESA WISATA INDONESIA 2022 KEMENPAREKRAF “KEBANGKITAN EKONOMI UNTUK INDONESIA BANGKIT”

Hari/ Tanggal : Kamis, 12 SepOktoberteOkmber 2022 Acara : Visitasi ADWI 2022 Kemenparekraf 2022 Waktu : 12.00 s.d 14.00 WIB Lokasi : Desa Wisata Kampung Ugar,

Latar Belakang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 merupakan salah satu program unggulan penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk kedua kalinya dengan mengangkat tema “Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit”.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisat

https://sokama.id/2022/10/12/protokol-melakukan-peninjauwan-lokasih-kunjugan-menparekraf/

a Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

Tujuan Kegiatan Tujuan program ini agar menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru selanjutnya di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. Selain itu dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf.

Dari data kegiatan Anugerah Desa Wisata tahun 2021 terjaring 1.831 data desa wisata yang ada di Indonesia dan target di tahun 2022 adalah 3.000 desa wisata yang diharapkan terjaring sehingga mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia kedepannya.

Tahun ini menjadi ADWI 2022 berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun 2022 ini KEMENPAREKRAF MELIBATKAN MITRA STRATEGIS untuk Internal use BERKOLABORASI DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA KHUSUSNYA DESA WISATA YANG MASUK KE DALAM 50 DESA WISATA TERBAIK DESA WISATA INDONESIA BANGKIT, YAITU ASTRA, BCA, ADIRA DAN GRAB. UNTUK DESA WISATA KAMPUNG UGAR, AKAN MENJADI PESERTA DARI DESA SEJAHTERA ASTRA (DSA), SEBUAH PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN DESA DARI ASTRA YANG AKAN DILAKSANAKAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN. Di doorstop akan ada penyerahan mock up dari ASTRA sebagai salah satu mitra strategis kemenparekraf untuk membina dan membantu Desa Wisata Kampung Ugar.

Sandiaga Uno Foto berama Bupati dan Wakil Bupati masyaratak masyarakat di Kampung Ugar

https://sokama.id/2022/10/11/sandiaga-uno-akan-melakukan-kunjungan-kerja-ke-kabupaten-fakfak/

KEDATANGAN MAS MENTERI MENJADI BUKTI KERJA NYATA MAS MENTERI DALAM MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT DI DESA MELALUI PARIWISATA, INDONESIA BANGKIT. Adapun kategori penilaian ADWI tahun 2022, meliputi sebagai berikut: 1. Daya Tarik Pengunjung (Alam & Buatan, Seni & Budaya) 2. Suvenir (Kuliner, Fesyen, dan Kriya) 3. Homestay 4. Toilet Umum 5. Digital dan Kreatif 6. CHSE 7.

Kelembagaan Desa Potensi Desa Wisata Kampung Ugar Desa Wisata Pulau Pahawang terletak di Kecamatan Kokas, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Desa Ugar merupakan desa yang terletak di pulau pada gugusan kepulauan Ugar dengan ketinggian sekitar 0 – 10 m dpl. Desa Ugar dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau karst yang termasuk dalam Taman Pesisir Teluk Berau serta memiliki luas 31 KM2 dengan jumlah penduduk 262 jiwa.

Desa Ugar memiliki bentang alam dengan daya tarik potensi diantaranya 1. Daya Tarik Pengunjung – Alam & Buatan: 1. Susur Goa Di wilayah Desa Wisata Kampung Ugar memiliki beberapa goa yang dapat dinikmati oleh para wisatawan, antara lain adalah Goa Vertika Sariga, Goa Vertikal Baitabin. 2. Pantai Kidai Magen Merupakan salah satu daya tarik alam pantai yang dimiliki Desa Wisata Kampung Ugar. Disini wisatawan dapat menikmatai keindahan sunset. Internal use – Seni & Budaya

  1. Mancing Tanpa Umpan: Wisatawan dapat langsung menikmati sensasi mancing dengan berbagai macam kekayaan alam yang dimiliki Desa Wisata Kampung Ugar.
  2. Tracking Pantai: Wisatawan dapat menikmati keindahan alam pantai yang ada di Desa Wisata Kampung Ugar dengan cara tracking di pinggir pantai.
  3. Tari Gaba-Gaba: Tarian ini adalah tarian penyambutan para tamu kehormatan, Pada umumnya menggambarkan suasana hati yang gembira dari seluruh masyarakat terhadap kedatangan tamu kehormatan di Negeri/Desa-nya, dan menjadi ungkapan Selamat Datang (Tarian ini menggunakan properti “gaba-gaba” (bagian tangkai dari pohon sagu/rumbia).
  4. Tari Titir Tumor: merupakan jenis tarian yang telah diwarisi turun temurun pada Masyarakat Fakfak. kegunaan tarian ini menggambarkan suasana penyambutan atau biasa ditarikan untuk moment tertentu. Dalam kesempatan penilaian Anugerah Desa Wisata 2022, masyarakat Desa Ugar siap menampilkan beberapa atraksi seni dan budaya lainnya seperti tarian keliling, tarian tambora, tarian ikan duyung dan tarian papenggai.
  5. Tari Sawat : Tari Sawat adalah sebuah tarian pergaulan yang cukup sering ditampilkan dalam berbagai acara. Tari ini cukup populer karena cukup mudah dipelajari dan memiliki makna yang menarik untuk disimak. Tari ini adalah sebuah keramahan dan memiliki pesan perdamaian yang cukup kental di dalamnya.
  6. Suvenir
  7. Kuliner: Berada di pesisir pantai dengan hamparan laut sejauh mata memandang tentunya kuliner berbahan dasar ikan atau hasil lautnya di Desa Ugar wajib untuk dinikmati. Ikan Kakap Kuah Kuning, merupakan kuliner berbahan dasar ikan kakap segar yang dimasak dengan berbagai jenis rempah seperti bawang putih, bawah merah, cabe rawit, kunyit, daun salam, serei, penyedap rasa. Selain itu lebih sedap rasa lagi dapat ditambahkan bumbu lainnya seperti pala dan cengkeh.

Protokol melakukan Peninjauan lokasih kunjugan Menparekraf – Sokama.id

Olahan kakap merah ini paling sedap dimakan dengan papeda (olahan berbahan dasar sagu) atau nasi hangat sebagai teman makannya. Tidak hanya itu tagas-tagas, kangkong tumis, ayam bumbu bakar bambu, kue lontar, sirup pala serta nasi kelapa bakar bisa dapat dinikmati. Internal use

  1. Fesyen. Pakaian adat ini tidak jauh berbeda dengan pakaian adat Papua. Pada laki-laki dan perempuan sama-sama memakai hiasan kepala berupa bulu burung cendrawasih, burung kasuari dan anyaman daun sagu. Hiasan di tangan dan kaki pun sama, kemudian bagian dada ditambahkan manik-manik. Pakaian laki[1]laki hanya menggunakan penutup bagian bawah yang dikenal dengan nama rok rumbai-rumbai terbuat dari rajutan daun sagu. Sementara bagian dada tak ditutup pakaian namun dilukis motif atau corak tertentu. Dikenal sebagai penghasil pala serta tempat hidup Burung Cenderawasih menjadikan dua item sebagai referensi tersendiri bagi Masyarakat Kampung Ugar dalam bekreasi menciptakan aneka gantungan kunci yang dapat dijadikan sebagai buah tangan dari Kampung Ugar. Selain itu terdapat juga produk olahan pala lainnya yang dapat dijadikan sebagai souvenir yaitu Parfum Pala.
  2. Kriya: pemanfaatan daun pandang hutan dan bambu yang dianyam menjadi peralatan rumah tangga. Salah satunya adalah Tomang yang merupakan tas anyaman dari daun pandang hutan atau dari bambu. Tidak hanya itu produk hasil ketrampilan masyarakat Kampung Ugar lainnya yaitu berupa kalung yang memanfaat kulit kerang.
  3. Homestay Pengembangan Desa Wisata Ugar tidak terlepas dari berbagai bentuk partisipasi masyarakat. Salah satunya dengan penyediaan rumah tinggal (homestay) yang disediakan oleh masyarakat setempat bagi wisatawan yang berkunjung. Homestay yang dimaksud merupakan rumah warga yang mana ada ruang kamar dan ruang bersantai yang khusus disediakan bagi wisatawan. Sehingga tentunya dapat memberikan ruang bagi wisatawan untuk dapat sekalian menggali informasi wisata dan berbaur dengan kehidupan masyarakat setempat.
  4. Toilet Umum Kondisi Toilet Umum yang dimiliki oleh Desa Ugar dari beberapa unit yang ada di lokasi desa kondisinya perlu dilakukan perbaikan. Namun Internal use tentunya keberadaan toilet umum pastinya menjadi kebutuhan vital bagi penunjang pariwisata.
  5. Digital dan Kreatif Media promosi Desa Wisata Pulau Pahawang memiliki beberapa platform social media: – Instagram : @ExploreUgar – Facebook : Ugar Island – Youtube : Explore Ugar
  6. CHSE Sebagai Desa Wisata, Kampung Ugar terus berbenah memberikan pelayanan penunjang pariwisata yang terbaik wisatawan yang berkunjung diantaranya fasilitas kebersihan, Kesehatan yang menyesuaikan protokol Kesehatan.
  7. Kelembagaan Desa Keberadaan kelembagaan desa tentunya memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata di Kampung Ugar. Baik itu keberadaan pemerintahan kampung, baperkam hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis Kampung Ugar). Sehingga segala bentuk partisipasi masyarakat dapat diarahkan dan didampingi oleh Kelembagaan Desa Kelompok Sadar Wisata.
https://sokama.id/2022/10/13/192-personil-polres-fakfak-turunkan-amankan-kunjungan-kerja-menparekraf/

Daftar konfirmasi kehadiran dalam kegiatan visitasi antara lain: Kemenparekraf/ Baparekraf

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno.
  2. Direktur Tata Kelola Destinasi, Bapak Indra Ni Tua. Provinsi Papua Barat
  3. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Bapak Ruland R. Sarwom
  4. Kasi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat Disparprov Papua Barat, Ibu Rozene Sanchia Patay Kabupaten Fakfak
  5. Bupati Kabupaten Fakfak, Bapak Untung Tamsil
  6. Wakil Bupati Kabupaten Fakfak, Ibu Yohana Dina Hindom
  7. Danrem Kabupaten Fakfak 182/JO, Kolonel Hartono
  8. Dandim Kabupaten Fakfak 1803/Fakfak, Letkol Inf Tri Handoko
  9. Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Bapak Nixon Nikolaus Nilla
  10. Ketua Pengadilan Negeri, Bapak Tri Margono
  11. Kapolres Fakfak, Bapak Hendriyana
  12. Komandan Lanal Fakfak, Mayor Marinir I Wayan Ardana
  13. Ketua DPRD Kab. Fakfak, Ibu Sitti Rahman Hagemur

10.Sekda Kabupaten Fakfak, Bapak Ali Baham Temongmere

11.Plt. Kadispar Kabupaten Fakfak, Bapak Zulfiqar Weunan Bauw

12.Asisten 1 Sekda Kab. Fak Fak, Bapak Arif Rumagesan, S.Sos, M.AP

13.Asisten 2 Sekda Kab. Fak Fak, Bapak Girin, SE

14.Kabid Pariwisata Fakfak, Ibu Saodah

15.Kepala Distrik Kokas, Bapak Hamzah Al Mokhdar

16.Kepala Kampung Ugar, Bapak Taufik Biaruma

17.Badan Pengurus Kampung, Bapak Ahmad Biaruma

18.Pengelola Desa Wisata, Adik Sunarty Walla Mitra Strategis Astra

  1. Ketua Astra Group Papua, Bapak Lesly Allen Siahaya
  2. Wakil Ketua Astra Group Papua, Bapak Lintang Bima Sakti.

Agenda Press Release – Drop Off – Pelabuhan Kampung Ugar. Mas Menteri dan rombongan tiba di titik drop off Desa Wisata Kampung Ugar. Setelah Mas Menteri dan rombongan naik ke dermaga, selanjutnya akan disambut oleh para Group Hadrat. – Setelah sampai di depan titik drop off, Mas Menteri akan disambut oleh Duta CHSE (Duta Wisata) yang kemudian mempersilakan Mas Menteri beserta rombongan untuk melakukan serangkaian kegiatan CHSE (cuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu) serta scan barcode Peduli Lindungi.

Setelah melakukan serangkaian CHSE Mas Menteri diminta untuk mengisi buku tamu dan memasukkan uang untuk pengelolaan tempat wisata Kampung Ugar ke kotak sumbangan.

Setelah mengisi buku tamu, Mas Menteriakan disambut oleh jajaran Forkopimda (VIP).

– Setelah melakukan serangkaian kegiatan CHSE, Mas Menteri dan rombongan akan disapa oleh para nelayan.

Kemudian Mas Menteri dan rombongan akan disambut dengan tarian Titir Tumor dan akan mengiringi Internal use sampai lokasi depan pagar Pohon Tua. – Kemudian Mas Menteri dan rombongan akan melakukan prosesi adat, dimana Mas Menteri akan menalikan pita berwarna merah ke pohon tua dekat dengan makam kramat sebagai simbol bahwa Mas Menteri telah diterima di Desa Kampung Ugar.

Setelah melakukan prosesi adat di Pohon Tua, Mas Menteri dan rombongan melajutkan perjalanan menuju tempat presentasi. Disepanjang perjalanan, Mas Menteri akan dapat langsung menyapa warga.

Setelah menyaksikan Tarian Penyambutan, Mas Menteri dan rombongan akan mendengarkan presentasi dari Pengelola Desa Wisata Kampung Ugar. Setelah mendengarkan presentasi, Mas Menteri akan berinteraksi dengan anak-anak yang sedang melakukan kegiatan dengan Yayasan Konservasi Indonesia, dengan bermain tebak-tebakan.

Sebelum memasuki area suvenir, Mas Menteri akan menyasikan Tarian Sawat dan Gaba-Gaba di area pantai. Sebelum memasuki area suvenir, Mas Menteri akan menyasikan Tarian Sawat dan Gaba-Gaba di area pantai.

– Mas Menteri mencoba Kegiatan Mancing Tanpa Umpan, yang akan didampingi oleh pengelola desa. Kegiatan in imerupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh warga Kampung Ugar.

Mas Menteri menandatangani Prasasti, memberikan Sertifikat, Plakat dll Kepada Pengelola Desa Wisata Kampung Ugar. Setelah itu akan dilanjutkan ramah-tamah dengan para awak media. ( Redaksi Sokama.id

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 192 Personil Polres Fakfak Turunkan Amankan Kunjungan Kerja Menparekraf
Next post Ini adalah nama yang akan menduduki jabata Kepala Dinas di Kabuptaten Fakfak
Daftar Harga Supplier Kaos Kemeja (2)