0 0
Advertisement Section

“PROSESI ADAT KODATH HEGEPH. KONANAWEN” sesuai ketetapan Majelis Hakim Peradilan Adat Mbaham Matta

Read Time:2 Minute, 54 Second

Fakfak, Yaitu suatu PROSESI ADAT PENDAMAIAN DAN PEMULIHAN, hubungan antara Saudara Untung Tamsil, S.Sos, M.Si (Bupati Fakfak) dengan Saudara Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP (Sekda), berkaitan dengan insiden dan polemik yang pernah terjadi pada Bulan April_Mei 2022 yang lalu.

Yang di laksananakan pada Hari, senin 14 / 11 /2022 yang bertempat di Sekretariat Lembaga Masyarakat adat ( LMA ) jalan Cendrawasih, Kelurahan Fakfak Utara.

ini menjelang perayaan HUT Kota Fakfak yang ke 122 tahun, (tinggal sehari lagi menuju 16 November 2022) kami kedua lembaga kultur yang ada di Tanah Mbaham Matta yaitu  Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Fakfak, dan Dewan Adat Mabaham Matta; telah menggelar Suatu Mahkamah Peradilan Adat untuk menuntaskan polemik yang pernah terjadi..antara kedua tokoh pimpinan daerah ini.

Sebagaimana Wasiat puska para leluhur, yang direstarika hingga kini, maka  Mahkamah Peradilan Adat telah menetapkan penyelesaian persoalan ini dengan “kodath hegeph, khonanawen maghi” Bahasa qalbu_bahasa kasih dan perdamaian, yang  disertai dan delengkapi  “Kupang” Harta Adat.

Qhupang bagi  kami Suku Mbaham Matta diantaranya  ialah Mongmongga, Gong, Wendy,Mas Negeri dan Gelang Yana dan lain sebagainya.

Untuk kasus hal ini, syaratnya ialah Qhupang, Skali lagi Bukan Uang Rupiah, tetapi Qhupang, Dengan membayar syarat qhupang, maka Smuanya akan dianggap lunas sempurna.

Suasana Haru campur Gembira telah meliputi hati, fikiran, Jiwa dan roh kami smua yang hadir di balai sidang di kantor LMA siang tadi.

Betapa tidak, kedua belah fihak,  baik kluarga besar Saudara Untung Tamsil maupun kluarga besar Saudara  Ali Baham Temongmere, telah saling mengucapkan penyesalan dan meminta maaf, lantas sama sama saling bantu “qho mbarakh” untuk memenuhi persyaratan qhupang pendamaian dan pemulihan.

Semua yang hadir pun ikut meberikan atensi seikhlasnya. Bukan soal berapa besar nilai yang diberikan tetapi niat suci yang dilandasi kasi  persaudaraan  dan solidaritas. sebagai sesama kluarga besar masyarakat Fakfak yang tak bisa terpisahkan. Bahwa kluarga besar Temongmere di Kotam, tak bisa sipesahkan dengan kluarga besar Rengen yang berada di Tanama, begitu juga sebaliknya. Dan berlaku luas diatara marga marga yang ada. Saling terikat dan slalu saling menjaga.

Hormat untuk anak, keponakan dan cucu kami Untung Tamsil selaku Bupati Fakfak, bersama kluarga besar dari Rengen dari Tanama, dan segenap sodara basodara yang menyertainya.

Betapa rendah hati dan tulus telah datang bersimpuh dihadapan Mahkamah Peradilan Adat, Mengakui kekhilafan, Sikap mu telah  Membuat kami semua terharu dan bangga dengan pembaruan budi pekerti mu.

Hormat dan terimaksih tak berhingga juga kami sampaikan buat  anak sudara, bahkan orang tua kami Ali Baham Temongmere, bersama keluarga besar wodour Temonggmere yang telah menunjukkan ßkebesaran jiwanya mau menerima dan memaafkan kekeliruan yang pernah  dilakukan  anak keponakan dan cucu Untung Tamsil.

Sungguh  Kebajikan, kasih sayang dan cinta  yang ditunjukkan oleh kluarga besar Temongmere terlalu berharga, tidak dapat diukur dengan materi.

Bahkan begitu istimewa ketika wodour Temongmere juga dengan ikhlas memberikan qhupang yang telah disiapkan secara khusus bagi  kluarga Rengen, sebagai lambang saling memberi dan menerima diantara sesama basodara.

Seluruh rangkaian telah diakhiri dengan posesi khusus pembasuhan air suci yang dibawa dalam tabung Bambu, diarak dengan menabuh tumyor diiringi nyanyian perdamaian.

Dan akhirnya prosesi pembasuhan dilakukan lalu disempurnakan dengan pembacaan Doa Slamat secara Islam,  menandai segalanya telah menjadi  sempurna,  bersih, sejuk dan damai.

Smoga peristiwa hari ini akan menjadi tonggak sejarah, terhadap Kepatuhan kita smuanya di negeri Fakfak tercinta ini.

Kiranya menjadi pembelajaran berharga kedepan,bagi  Siapapun dia di Tanah ini. Apapun pangkat dan kekudukan orang itu,  atau seberapa kaya rayapun dia.  Namun  harus tetap tunduk dan menjunjung tinggi nilai nilai luhur adat budaya negeri ini, negeri satu tungku tiga batu. ( Sumber : Wily Hegemur Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Bustam Tetap bertahan dan Tetap melakukan Eksekusi Sesuai Putusan Hukum
Next post Wakapolres Fakfak Sidak Ruang Pelayanan Publik untuk Wujudkan Pelayanan Prima
Daftar Harga Supplier Kaos Kemeja (2)