0 0
Advertisement Section

Arifin Sirfefa Buka Pertemuan Monitoring Evaluasi Survelensi Imunisasi, Imunisasi Belum berjalan Maksimal

Read Time:1 Minute, 49 Second

Kaimana, Kepala dinas kesehatan kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa saat membuka kegiatan Pertemuan Monitoring Evaluasi Survelensi dan Imunisasi kabupaten Kaimana 2022 mengatakan bahwa pencapaian imunisasi untuk balita /bayi pada tahun ini belum maksimal.

” Tadi disampaikan bahwa kalau imunisasi rutinnya itu masih belum begitu maksimal, kalau untuk imunisasi anak sekolah yang beberapa di lakukan di sekolah-sekolah juga itu bagus. Namun uminsasi di beberapa distrik ini yang untuk bayi/balita ini yang masih kurang, maka itu dalam dua bulan terakhir mereka harus kejar supaya persentasenya bisa bagus.” Jelas dia saat mengikuti kegiatan di Cafe belia, Jumat (18/11).

Kendala utama sehingga menyebabkan pelayanan imunisasi pada bayi/balita terjadi di lapangan, sementara itu, untuk penginputan data sampai saat ini belum mengalami kendala.

Hal ini terjadi karena pada saat petugas kesehatan melakukan puskesmas keliling (Pusling), banyak bayi/balita yang tidak berada di tempat masing-masing. Dengan kata lain para bayi/balita dibawa oleh orang tuanya ke dusunnya masing-masing.

Oleh karena itu, Arifin menegaskan kepada petugas untuk terus melakukan monitoring pusling ke setiap kampung bukan hanya sekali namun berkali-kali. Meskipun demikian Arifin mengetahui monitoring tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit mengingat bahwa setiap kabupaten Kaimana hanya bisa dijangkau melalui laut.

“Kurangnya imunisasi kepada balita atau bayi ini karena kadang mereka (Petugas) tidak temukan (Warga) di tempat, kalau tidak di kampung kemungkinan ada yang ke dusun. Kalau hari pertama pergi pusling, imunisasi itu wajib petugas, kalau tidak ditemukan pada hari pertama harus mereka cek ulang atau di sampaikan kepada petugas Pustu, namun monitoring  tergantung juga biayanya” ungkap Dia.

Kendati demikian, Arifin menjelaskan bahwa dari 10 puskesmas yang ada di kabupaten Kaimana ada 3 puskesmas yang dinilainya cukup baik menjalankan imunisasi, diantaranya Puskesmas Kaimana, Puskesmas Tairi, dan Puskesmas Lobo. Sementara yang lainnya masih berjalan apa adanya bahkan masih sangat memperihatinkan persoalan imunisasi termasuk diantaranya Puskesmas Tanusan

“Tanusan ini yang harus kami dari dinas harus survei kami harus ke sana kira-kira masalahnya apa, apakah pencatatannya, atau surveinya di kampung kurang dan kendalanya di mana atau petugasnya atau juru imunisasinya. Kalau menyangkut Entire Data biasanya sekrang aplikasi apakah sudah di Entri atau belum sehingga masukan datanya sedikit. Termasuk rendah, tetapi kami tetap berikan support kepada kepala Puskesmasnya” tutup Arifin. ( DAR )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Dinas Kesehatan Kolaborasi Dengan 4 LSM Tangani 4 Kasus Di Kaimana
Next post Puluhan Warga Di Evakuasi Ketempaat yan lebih aman dari Banjir
logo