0 0
Advertisement Section

Penyidik Kejari Dapat 415.000.000 Pemgebalian Dari 12.179.597.148 Yang Juga Dari Kejahatan KPU Fakfak

Read Time:1 Minute, 46 Second

Fakfak, Dengan proses yang panjang dan memakan waktu yang lama terkait dengan adanya dugaan korupsi dana hibah pemilihan kepala daerah ( pilkada ) Kabupaten Fakfak tahun 2020 dan di awal tahun 2023 ini, Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Fakfak dapat merapampas dan menyita 415.000.000 dari kejahatan Komisi Pemilihan Umum (  KPU ) Fakfak.

Dari hasil penyilidikan dan penyidikan Kejari Fakfak yang cukup panjang karena kasus kurupsi tidak bisa terburu – buru dan harus di dengan teliti cari agar tidak salah.

Terkait dengan dugaan korupsi dana hibah pilkada Kabupaten Fakfak oleh KPU Fakfak, pada hari ini 09 januari 2023,  yang betempat di aula Kejari Fakfak.

Nixon Nikolaus Nilla selaku kajari Fakfak,  yang di dampingi para Kepala Seksi Kejari Fakfak / mengummkan secara resmi adanya kerugian negara dari dugaan korupsi dana hibah di KPU Kabupaten Fakfak sebesar Rp. 12.179.597.148, telah di sita atau dikembalikan sebesar RP. 415. 000.000.

ini adalah sitaan atau pengebalian dari para calon tersangka dugaan korupsi di KPU Kabupaten Fakfak, uang yang di sita ini akan kami simpan di rekening penampung pada BNI Cabang Fakfak.

Namun walau telah di umukan adanya penyitaan atau pengembalian tetapi Kajari pun belum bersedia menyampikan siapa saja komisioner dan pegawai Kpu Kabupaten Fakfak yang telah mengembalikan uang sebesar Rp. 415.000.000.

Kami juga telah mengamankan dan menyita 570 dokumen sebagai alat bukti, yang jelas tersanka lebih dari satu orang, jadi saat ini kami sudah siap untuk menetapkan tersangka yang jumlahnya lebih dari satu orang dan akan ditetapkan dalam waktu yang dekat.

Dengan pengebalian ini jelas membuktikan adanya kerugian negara yang di lakukan kejahatan korupsi uang negara di KPU Kabupaten Fakfak, yang jelas pengabalian bukan menghapus perbuatan pidana.

Perkara korupsi di KPU Fakfak ini telah memeriksa beberapa saksi – saksi ahli dan termaksud saksi yang memiliki nama dalam bukti nota dan kwitansi.

Sehingga ditemukan dugaan mark up dan kegiatan fiktif atas penggunaan dana hibah pilkada 2020 sebesar 45 miliar lebih tersebut, yang di dapat sebesar Rp. 12.179.597.148.

Pihak kejaksaan juga berjanji akan menelusuri aset harta yang diduga dimiliki dari para tersangka dugaan tindak pidana korupsi tersebut  yang akan di sita untuk negara nantinya. ( Rahman )

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Sosialisasi Awal Pengboran Migas Pt Suma Sarana MNC Gorup Di Karas Fakfak
Next post Polri, KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers Bertemu, Bahas Pencegahan Berita Hoax Jelang Pemilu 2024
logo