0 0
Advertisement Section

Melalui Kuasa Hukum Kedua Terasangka Menyampaikan Bahwa Komisioner Dan Bendahara Apbd Pun Harus Di Tangkap

Read Time:4 Minute, 0 Second

Fakfak, Mantan sekretaris Ocen Wairoy dan bendahara angaran pendapatan belanja negara ( APBN ) Yonatan Cristian Mangapa, usai di tetapkan sebagai tersangka dan di tangkap serta ditahan Rumah Tahanan ( Rutan ) Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) kelas II B Fakfak, oleh penyidik Kejaksaan Nengeri ( Kejari ) Fakfak.

Penetapan dan pengakapan serta penahanan, pada 10 Januari 2023 pekan lalu, kedua tersangka dugaan korupsi dana nana hibah pemilihak kepala daerah ( pilkada ) 2020 lalu, di Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Fakfak, kini mulai munculkan aliran yang di sampikan kedua tersangka.

Yang kini mulai menyampaikan lewat kuasa hukum terkait dengan aliaran dana seperti yang di gunakan oleh 5 komisioner dan dan di lakukan oleh ( yang inisial LMK ) selaku bendahara angaran pendapatan belanja daerah ( APBD ).

Karena komisioner dan bendahara apbd juga menikmati serta tau dan atur terkait dengan aliaran dana hibah pilkada Kabupaten Fakfak tahun 2020 lalu, di KPU Fakfak.

Dari kerugian negara sebasar 12 milyar lebih dugaan korupsi dana hibah pilkada 2020 lalu, walau pun sudah ada pengebalian sebsar 415 juta rupiah.

Namun pada 11 januari 2023 pekan lalu yang di tangkap hanya dua saja dengan di temukan 2 milyar pada ke dua tersangka, sedangkan 10 milyard lebih masih belum di temukan / pengunanaan serta aliran yang pasti.

Hendar tala selaku kuasa hukum kedua tersangka saat di temui wartawan di ruang kerjanya / dirinya menjelaskan apa yang di sampikan kedua tersangka dari dalam rutan lapas kelas IIB Fakfak.

bahwa ada sebuah kesepakatan antara komisioner dengan nilai tujuh belas juta perbulan yang di serahkan kepada lima orang komisioner pengkuan dari klaien saya adalah, klain saya di pangil oleh ketua KPU Kabupaten Fakfak kedalam ruang kerjanya.

Setelah klaen saya tiba di dalam ruang kerjanya di dalam sudah ada komisioner lainnya atau anggota komisioner dan di situlah terjadinya perbincangan terkait tentang pengunaan anggran sebesar tujuh belas juta perbulan perorang selama tahapan.

Ya kalau berbicara selama tahapan berarti sekitar satu tahun tahapan program dan jadwal itu, pengakuan klaein saya uang tujuh belas juta itu sifatnya merupakan uang oprasional atau merupakan uang sewa kendaraan bagi lima orang komisioner, tetapi dalam hal ini itukan sangant, artinya dalam hal ini ketikan semua telah terjadi seperti ini maka secara perlahan lahan semuanya mulai terbuka.

Kami tau bersama di kpu itu ada juga kendaraan KPU namun hal ini di mainkan katakanlah uang tambahan bagi mereka yang mana tujuh belas juta perbulan itu di serahkan kepada lima orang komisioner pengakukan kalein saya yang melakukan penyerahan uang kepada setiap komisioner adalah bendahara APBD hibah KPU Kabupaten Fakfak.

Dengan cara setiap bulanya bendahara APBD hibah membawah uang tujuh belas juta kali lima kepada setiap komisioner di dalam ruang kerjanya, dengan di sertai tandan bukti penerimaan uang,  yang menjadi pertanyaan kami di mana bukti bukti tersebut.

Tentunya tanda buktu penerimaan uang yang yang di tanda tangani bendahara APBD hibah dengan para komisioner, saya tanyakan kepada kaein saya berapa total dari pada uang yang di serahkan itu, kalin saya ampikan pak di kalikan saja tujuh belas kali lima, satu bulan kali dua belas bulan, tetunya angka ini masuk, didalam angk yang berbunyi milyard.

Nah hal ini yang cukup menarik perlahan lahan mereka sudah ulai tebuka karena saya yakin karena penetapan menjadi tersangka di tanggal 10 januari 2023 hal ini tidak mungkin saya dapatkan, tetapi seiring berjalannya waktu dua hari setelah penetapan ini mulai terbuka.

Yang berikut semua transaski baik pencairan baik pengeluaran uang apbd hibah itu di tanda tangani oleh bendahara APBD hibah, dalam hal pembayaran pembayaran tahapan programdan jadwal kepada pihak ketiga itu semua di lakukan oleh bendahara APBD hibah dan di tanda tanda tanangi oleh bendahara APBD hibah.

Yang menjadi tanda tanya saat ini mengapa hari ini bendahara APBD hibah belum juga di tetapkan menjadi tersangka, ini menjadi pertanyaan kami dari tim pengacara dari pada kedua lain kami artinya hal ini sangat sangat unik tentunya saya akan terus mengali informasih ini untuk kepentingan pembelaan nantinya di ruang sidang untuk mencari keadilan.

Terkait hasil pertemunan dengan kedua laien saya mereka berdua katakan kalau inigin agar perkara ini menjad terang benerang menjadi terbuka semuanya ada di dalam bendahara APBD hibah KPU Kabupaten Fakfak ucapan ini di sampaikan dari dua orang tersangka.

mereka katakan bahwa apa bila hal ini kami bersama – sama dengan bendahara APBD hibah maka, tentunya semuanya akan terungkap semuanya terang, ini yang merek sesali mengapa hibah 2020 tahun 2020 jelas ada bendahara kusus.

Kenapa keinginan besar kalein saya dua orang tersangka ini agar bendahara APBD hibah ikut bertanggung jawab, karena tentunya ini semua satu paket KPA, PPK dan bendahara hibah untuk APBD.

Berarti komisioner dan bendahara apbd harus di tetapkan sebagai tersangka, karena menjawab kerugian negara sebesar 12 milyard lebih ini di gunakan oleh dua kalein saya atau dua tersangka ini maka tentunya pilkada tahun 2020 tidak akan berajalan dan sukses dan berhasil seprti hari ini.

Kebocoran kerugian 12 miltadr lebih tentunya akibat terhadapa penyelengaraan terhadapa tahapan program dan jadwal pilkada Kabupaten Fakfak tahun 2020. ( Rahman )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pemkab Kaimana Gelontorkan Anggaran 8 Milyar Untuk Membeli Kapal Cepat Layani Masyarakat Kaimana.
Next post Rabu Besok, Pemda Mulai Buka Perekrutan PPPK Guru SMASMK dan Pelamar Umum.
logo