0 0
Advertisement Section

Kepala Kampung Ure Terpaksa Bangun, 4 Rumah Meskipun Belum Selesai Di Periksa Kejaksaan

Read Time:1 Minute, 39 Second

Kaimana, Proyek 4 Milyar di Kampung Ure sampai saat ini belum memiliki kejelasan permasalahannya. Sampai saat ini kejaksaan belum juga berhasil menetapkan tersangka.

Karena tak kunjung menemukan titik terang proyek yang dialokasikan dari Anggran Pendapatan Belanaja Daerah ( APBD ) perubahan Kaimana tahun anggaran 2021 lalu, terpaksa harus dibangun menggunakan Dana Desa.

Anggota DPRD Kaimana, Heri Meturan, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (19/1/2023) kemarin di Gedung Dewan mengaku, jika pihaknya mendapatkan laporan berkaitan dengan pelaksanaan proyek pembangunan 19 unit rumah milik warga di Kampung Ure,yang proyek yang dibangun oleh dua kontraktor yakni CV. Putra Waropen dan CV. Arguni Permai, kini harus ditanggulangi dengan menggunakan dana kampung, untuk menyelesaikan pekerjaan bagi 4 unit rumah milik perangkat desa Kampung Ure.

“Benar, bahwa ada 4 unit rumah perangkat desa yakni anggota Badan Musyawarah Kampung (bamuskam), Kaur Umum pada Kantor Desa Kampung Ure, Kaur Pemerintahan dan satu lagi milik salah satu staf Kampung yang belum selesai dikerjakan. Dan karena belum selesai pengerjaannya, akhirnya Kepala Kampung mengambil inisiatif untuk menggunakan dana kampung untuk penyelesaiannya,” ujar Meturan kepada wartawan.

Lanjut Dia, sangat disayangkan sampai saat ini kejaksaan negeri Kaimana belum juga menetapkan tersangka, hal ini dikarenakan penggunaan anggaran tersebut telah dicairkan 100 persen namun hal ini berbeda dengan fakta yang ada di lapangan.

“Kenapa Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Kaimana diam? Padahal, sebelumnya, Kepala Kejaksaan ( Kajari ) telah menyampaikan ke public, jika dalam waktu 3 bulan, hingga Desember 2022 kemarin, sudah ditetapkan tersangkanya? Namun, hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan?” tegas Meturan.

Yang parahnya meskipun kini masih di laksanakan pemeriksaan oleh Kejari Kaimana, namun laporan oleh dinas pertanahan, perumahan dan kawasan pemukiman Hamkah Hassanoesi dalam penjelasannya ke DPRD bahwa khususnya Komisi C jika pekerjaan tersebut telah rampung.

“Kemarin dalam rapat kita sudah disampaikan, jika pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. Bahkan, di tahun anggaran 2022 kemarin, pekerjaan yang tidak diselesaikan untuk program rehab 26 unit rumah milik masyarakat, pihak kontraktor membayar denda keterlambatan tersebut hingga Rp. 300 juta lebih,” ujar Ketua DPRD Kaimana, Irsan Lie kepada wartawan. ( DAR )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post PT SOKAMA UCAPKAN SELAMAT HPN DI MEDAN SUMUT 9 PERBUARI 2023
Next post Kapolres AKBP Hendriyana, SE. MH, Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolsek Fakfak
Daftar Harga Supplier Kaos Kemeja (2)