0 0
Advertisement Section

Pekerja Transportasi Ojek Bintuni Keluhkan Menurunnya Omset Pendapatan

Read Time:1 Minute, 0 Second

Teluk Bintuni, Pekerja transportasi ojek keluhkan dengan minimnya omset yang tidak sesuai dengan pengeluaran yang di tambah lagi dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis partalite sepuluh ribu dan pertamax tiga belas ribu lima puluh Rupiah di Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat, tidak seimbang pendapatandan pengeluaran yang di dapat.

Saat di wawancara media online sokama.id tanggal 26/03/23, dengan salah satu Pekerja Transportasi Ojek yang biasa ( otong 35 tahun ), mengatakan bahwa kami para Pekerja transportasi jasa Ojek sepeda motor dalam maupun luar kota Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Mengeluhkan di akhir – akhir ini Penumpang di kabupaten Teluk Bintuni sepi dan Pendapatan Menurun drastis di tambah lagi dengan naiknya harga BBM, yang tadinya biasa nya kalo keluar pagi berktifitas ojek sampai sore penumpang ojek dari masyarakat yang ada di kampung-kampung, distrik-distrik di daerah pesisir maupun di daerah kampung dan distrik pegunungan wilayah teluk Bintuni papua Barat.

Kami berharap dengan adanya perusahaan industri migas seperti genting oil dan perusahaan petro kimia akan segerah beroperasi di daerah wilayah Teluk Bintuni Papua Barat, yang akan menyerap tenaga kerja yang banyak, maka perputaran uang di Teluk Bintuni kota akan berjalan normal, ujar  udin (35 tahun) 26/03/23. ( Iskandari )

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Akibat Buang Sampah Sebarangan Membuat Pemcemaran Lingkungan Termaksud Laut
Next post Prajurit TNI Polri Gugur Dalam Penyerangan Dari KKB di Puncak Papua Tengah
logo