0 0
Advertisement Section

Penjelasan Kadis Pendidikan Soal Biaya Seragam Yang di Pungut Oleh Sekolah kepada Siswa Baru

Read Time:1 Minute, 50 Second

Kaimana, Pelaksanana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Kaimana Drs. Ray Ratu D Come MM membuka suara soal pungutan yang dibebankan kepada setiap calon siswa baru di setiap SMA/SMK yang ada di kabupaten Kaimana.

Dia menjelaskan bahwa program pemerintah daerah adalah program sekolah gratis hanyalah 9 tahun dan tidak termasuk Sekolah Menengah Lanjutan Seperti Atas SMA/SMK.

Kendati demikian telah ada kebijakan oleh pemerintah daerah untuk pembebasan pakaian seragam khusus untuk Orang Asli Papua (OAP) dan dana kegiatan belajar mengajar (KBM) operasional sekolah.

” Program Bupati itu 9 Tahun berarti sampai SMP. Ketika kewenangan diserahkan dan intervensi dari pemerintah daerah dalam hal ini oleh pak Bupati, Sudah kita mulai pembebasan pakaian seragam untuk SMA tetapi masih sebatas OAP dan dana KBM operasional sekolah” Ungkap Ray saat dikonfirmasi wartawan di Gedung Pertemuan Kroy, Selasa (21/6)

Meskipun tidak dapat mengintervensi secara menyeluruh, namun dengan intervensi tersebut, Ray berharap tidak ada pungutan terutama untuk SMA Negeri.

“Kami akan penekanan untuk sekolah-sekolah negeri supaya bisa membaca perbup pendidikan gratis, di situ harus gratis sesuai dengan petunjuk, Cuma ya itu tanggung jawab pemerintah, dan ini memang dalam beberapa ini harus dipisahkan pungutan dari sekolah dan pungutan dari komite, Yang pemerintah wajib menggratiskan ini adalah pungutan dari sekolah.” Jelas Ray.

Meskipun SMA baru diberikan kembali menjadi kewenangan daerah, Ray menjelaskan dana sekolaha yang diberikan baik untuk pakaian seragam maupun biaya oparasional KBM dinilai telah mencukupi.

“Kalau ada kekurangan-kekurangan saya sudah sampaikan kepada kepala-kepala sekolah kalau ada kekurangan segera laporkan ke kami saya harapkan jangan ada pungutan dengan kekurangan itu kan ada anggaran pendidikan yang kita bisa penuhi jangan kita bebankan beban kepada orang tua.” tegas Ray.

Untuk mengantisipasi pungutan yang berlebihan oleh sekolah kepada calon siswa baru, Ray menjelaskan bahwa hari ini pihaknya telah membentuk tim.

Tim tersebut akan difungsikan untuk mengecek pungutan pendaftaran yang ada di setiap sekolah.

Menurut Ray akan ada konsekuensi bagi kepala sekolah jika kedapatan memungut dari calon siswa baru, namun tidak dapat melakukan klarifikasi terkait pungutan tersebut.

” Saya sudah bentuk tim hari ini untuk mengecek pungutan pendaftaran yang ada di setiap sekolah. Ada konsekuensinya ketika mereka tidak membaca perbup pendidikan gratis ada konsekuensi yang nanti di ambil” terang Dia.

Liputan : DAR

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pj Gubernur Pabar Paulus Waterpauw Sebagai Sesepu KKST Kabupaten Fakfak
Next post PIMPINAN DAN STAF DINAS PERINDUSTRIAN KOPERASI DAN UKM KABUPATEN KAIMANA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1444 Hijriah – 2023 Masehi
logo