0 0
Advertisement Section

Beredar video media sosial kegiatan pelatihan perangkat desa sekabupaten Padang lawas yang sepi peserta

Read Time:2 Minute, 10 Second

Padang lawas, Kegiatan pelatihan perangkat desa sekabupaten Padang lawas menjadi sorotan dari masyarakat kabupaten Padang lawas , hal ini setelah beredarnya video kegiatan pelatihan di hotel grand Antares  di kota Medan yang terlihat sepi peserta .

Ironisnya kegiatan pelatihan ini di duga  menyerap anggaran dana desa sebesar Rp 40 juta / desa dengan 4 orang peserta setiap desanya yang terbagi di beberapa hotel yang ada di kota Medan , yang di mulai pada hari 3/5/2024 sampai dengan Minggu  6/5/2024

Salah seorang warga  kab.padang lawas ,Safril batubara  mengungkapkan kepada awak media , beredarnya video kegiatan. Pelatihan perangkat desa  sekabupaten Padang lawas yang sepi peserta di jam kegiatan pelatihan. Ini cukup jelas adanya dugaan kegiatan  pelatihan atau bimtek perangkat desa  yang terkesan Abal Abal .

Selain itu di duga kuat kegiatan ini terkesan  hanya sebagai formalitas saja untuk mengambil atau merampas dana desa untuk kegiatan yang tidak bermanfaat  bagi masyarakat desa .

” Setelah saya melihat video yang beredar di media sosial ini jelas ada kegiatan pelatihan perangkat desa yang di lakukan tidak profesional dari pihak lembaga , sedikitnya peserta pelatihan yang hadir di ruangan pelatihan ini , terlihat jelas kegiatan ini hanya sebagai formalitas untuk mengambil atau bahasa kasarnya merampas dana desa untuk kegiatan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat desa ” tegas  Safril batu bara

Lebih lanjut Safril berharap kepada KPK bisa turun ke kab.padang lawas untuk memproses pengunaan dana desa yang kerap di gunakan untuk kegiatan pelatihan dan bimtek , yang selalu di motori dinas pemerintahan desa dan pihak apdes bercahaya kab.padang lawas .

Selain itu kegiatan pelatihan dan bimtek yang selalu mengait ngaitkan nama APH  ini selama ini menjadi momok bagi kepala desa ,

Salah seorang  kepala desa yang enggan di sebut namanya mengaku dana desa yang di gunakan dalam pelatihan ini mencapai Rp 40 juta untuk 4 orang peserta dari perangkat desa yang di serahkan kepada pihak penyelenggara dalam hal ini lembaga pelatihan .

‘” untuk kegiatan pelatihan di Medan ini ada 4 peserta dari setiap desa dengan anggaran Rp 40 juta atau Rp 10 juta per orang  uang dari dana desa ini di strorkan ke pihak penyelenggara atau lembaga  ” ujarnya

Sementara itu saat di konfermasi ketua apdes bercahaya kab pasangan lawas , Hamdani Daulay tidak merespon konfermasi awak media .

Berdasarkan investigasi kegiatan pelatihan yang di selenggarakan di  kota Medan , di laksanakan di 3 hotel di antaranya hotel danau Toba , hotel grand Antares dan hotel Madani ,  dengan dua  penyelenggara atau lembaga pelatihan yang di duga  motori Johan yang di kabarkan memiliki kedekatan dengan salah seorang jendral kepolisian.

Liputan : RIZKY ZULIANDA

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Gawat..Pemko Medan Tidak Akui SKW ( Sertifikasi Kompetensi Wartawan) dari Negara yang dikeluarkan BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesi )
Next post Kemendagri Tekankan Sinergisitas Antar-Pemda Mengoptimalkan Pemungutan Pajak Daerah dan Opsen Pajak Daerah
logo